INFO PRODUK HERBAL SEGALA PENYAKIT KLIK BANNER DIBAWAH INI :

Taeniasis



Taeniasis juga disebut sistiserkosis adalah penyakit zoonosis parasitik yang disebabkan cacing dewasa Taenia ( Taenia saginata, Taenia Solium dan Taenia Asiatica ). Infeksi larva Taenia solium disebut  sistiserkosis dengan gejala benjolan dibwah kulit ( Subcutaneous cystisercosis ). Bila infeksi larva Taenia solium disusunan saraf pusat disebut neurosistiserkosis dengan gejala utama epilepsi. Penyebabnya adalah cacing dewasa Taenia ( Taenia saginata, Taenia Solium dan Taenia Asiatica ) , Juga oleh larva Taenia Solium.

Sumber penularan taeniasis adalah hewan yang terutama babi, sapi yang mengandung larva cacing pita ( cysticercus ). Sumber penularan sistiserkosis adalah penderita taeniasis solium sendiri yang tinjanya mengandung telur atau proglotid cacing pita dan mencemari lingkungan. Seseorang dapat terinfeksi cacing pita jika makan daging yang mengandung larva yang tidak dimasak dengan sempurna, baik larva Taenia saginata yang terdapat dalam daging sapi ( Cysticercus bovis ) maupun larva Taenia solium  ( cysticercus cellulosa ) yang terdapat pada daging babi atau larva Teania asiatica yang terdapat pada hati babi. Sistiserkosis terjadi jika telut Taaenia solium tertelan oleh manusia. Taenia saginata tidak menimbulkan sistiserkosis pada manusia. Sistiserkosis merupakan penyakit yang berbahaya dan merupakan masalah kesehatan masyarakat didaerah endemis. Hingga saat ini kasus taeniasis / sistiserkosis telah banyak dilaporkan dan tersebar dibeberapa propinsi di Indonesia, terutama di propinsi papua, bali dan sumatra.
 
Gambaran Klinis
a. Masa inkubasi berkisar antara 8-14 minggu
b. Sebagian kasus taeniasis tidak menunjukkan gejala ( asimtomatik ).
c. Gejala klinis dapat timbul sebagai akibat iritasi mukosa usus atau toksin yang dihasilkan cacing. Gejalanya antara lain rasa tidak nyaman dilambung, mual, badan lemah, berat badan menurun karena nafsu makan menurun, sakit kepala, konstipasi, pusing, diare, dan pruritus ani.
d. Pada sisterkosis, biasanya larva cacing pita bersarang dijaringan otak sehingga dapat mengakibatkan serangan epilepsi. Larva juga dapat bersarang di sub-kutan, mata, otot, jantung dan lain-lain.


Diagnosis dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan tinja secara mikroskopis.
1. Adanya riwayat mengeluarkan proglotid ( segmen ) cacing pita baik pada waktu buang air besar maupun secara spontan.
2. Pada pemeriksaan tinja ditemukan telur cacing Taenia

Penatalaksanaan
Pasien taeniasis diobati dengan prazikuantel dengan dosis 5-10 mg/kg/BB dosis tunggal.
a. Satu hari sebelum pemberian prazikuantel penderita dianjurkan untuk makan makanan yang lunak tanpa minyak dan serat.
b. Malam harinya setelah makan malam penderita menjalani puasa
c. Keesokan harinya dalam keadaan perut kosong penderita diberi prazikuantel.


0 Response to "Taeniasis"

Post a Comment

Pages