Manusia merupakan hospes defenitif beberapa nematoda usus ( Cacing perut ), yang dapat mengakibatkan masalah bagi kesehatan masyarakat. Diantara cacing perut terdapat sejumlah spesies yang ditularkan melalui tanah ( Soil transmited helminths ). Diatara cacing tersebut yang terpenting adalah cacing gelang ( Ascaris vermicularis ), Cacing tambang ( Ankylostoma duodenale, necator americanus ) dan cacing cambuk ( Trichuris triciura). Jenis - jenis cacing tersebut banyak ditemukan didaerah tropis seperti indonesia. Pada umumnya telur cacing bertahan pada tanah yang lembab, tumbuh menjadi telur yang infektif dan siap untuk masuk ke tubuh manusia yang merupakan hospes definitifnya.
A. ANKILOSTOMIASIS ( Infeksi Cacing Tambang )
Infeksi cacing tambang adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Ancylostoma duodenale dan atau Necator Americanus. Cacing tambang menghisap darah sehingga menimbulkan keluhan yang berhubungan dengan anemia, gangguan pertumbuhan terutama pada anak dan dapat menyebabkan Retardasi Mental.
Penyebabnya adalah Cacing Ancylostoma duodenale dan atau Necator americanus
Gambaran Klinis :
a. Masa inkubasi antara beberapa minggu sampai beberapa bulan tergantung dari beratnya infeksi dan keadaan gizi penderita
b. Pada saat larva menembus kulit, penderita dapat mengalami dermatitis. Ketika larva lewat diparu dapat terjadi batuk-batuk.
c. Akibat utama yang disebabkan cacing ini adalah anemia yang bisa berat dan berakibat gagal jantung.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur dalam tinja segar atau biarkan tinja dengan cara Harada-Mori
Penatalaksaan
a. Pirantel Pamoat 10 mg /kg BB perhari selama tiga hari
b. Mebendazol 500 mg dosis tunggal ( sekali saja ) atau 100 mg 2 x sehari selama tiga hari berturut-turut.
c. Albendazol 400 mg dosis tunggal sekali saja akan tetapi dilarang digunakan jika sipenderita sedang hamil
d. Sulfas ferosus 3 x 1 tablet untuk orang dewasa atau 10 mg/kg/BB/Kali untuk anak yang bertujuan mengatasi anemia.
Pencegahan
Pencegahannya meliputi sanitasi lingkungan dan perbaikan higiene perorangan terutama penggunaan alas kaki.
B. ASKARIASIS ( Infeksi Cacing Gelang )
Askariasis atau infeksi cacing gelang adalah penyakit yang disebabkan oleh Ascaris Lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbanyak yang disebabkan oleh parasit.
Penyebab : Ascaris lumbricoides
Gambaran klinis
a. Telur cacing menetas diusus menjadi larva yang kemudian menembus dinding usus, masuk kealiran darah lalu keparu dan menimbulkan gejala seperti batuk, bersin, demam, eosinofilia, dan pneumonitis askaris. Larva menjadi cacing dewasa diusus dalam waktu 2 bulan.
b. Infeksi cacing gelang diusus besar gejalanya tidak jelas. Pada infeksi masif dapat terjadi gangguan saluran cerna yang serius antara lain obstruksi total saluran cerna. Cacing gelang dapat bermigrasi keorgan tubuh lainnya misalnya saluran empedu dan menyumbat lumen sehingga berakibat fatal.
c. Cacing dewasa diusus akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, mual, muntah
d. Pada infeksi berat, terutama pada anak dapat terjadi mal absorbsi ( gangguan penyerapan sari makanan ) sehingga memperberat keadaan malnutrisi. Seringkali infeksi ini baru diketahui setelah cacing keluar spontan bersama tinja atau dimuntahkan.
e. Bila cacing dalam jumlah besar menggumpal dalam usus dapat terjadi obstruksi usus ( ileus ), yang merupakan keadaan darurat dan penderita harus dirujuk dirumah sakit.
Diagnosis
Diagnosis askariasis ditegakkan dengan menemukan Ascaris dewasa atau telur Ascaris pada pemeriksaan tinja.
Penatalaksanaan
a. Pirantel pamoat 10 mg/kg/BB dosis tunggal
b. Mebendazol 500 mg dosis tunggal sekali saja atau 100 mg 2 x sehari selama tiga hari berturut-turut
c. Albendazol 400 mg dosis tunggal sekali saja, tetapi tidak boleh selama kehamilan.
Pencegahan
a. Pengobatan masal 6 bulan sekali didaerah endemik atau didaerah yang rawan askariasis
b. Penyuluhan kesehatan tentang sanitasi yang baik, hygiene keluarga dan higiene pribadi seperti :
> Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman
> Mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukan aktifitas makan dan minum
> Sayuran mentah yang akan dimakan harus dicuci bersih dan siram dengan air hangat untuk menghilangkan cacing, perlu diingat bahwa telur dapat hidup bertahun tahun dalam ditanah.
> Buang air besar dijamban, bukan di sungai atau kebun.
Catatan : bila pasien menderita beberapa spesies cacing askariasis maka harus diterapi lebih dahulu dengan pirantel pamoat.
Baca Juga :
Kanker Serviks
Askariasis atau infeksi cacing gelang adalah penyakit yang disebabkan oleh Ascaris Lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbanyak yang disebabkan oleh parasit.
Penyebab : Ascaris lumbricoides
Gambaran klinis
a. Telur cacing menetas diusus menjadi larva yang kemudian menembus dinding usus, masuk kealiran darah lalu keparu dan menimbulkan gejala seperti batuk, bersin, demam, eosinofilia, dan pneumonitis askaris. Larva menjadi cacing dewasa diusus dalam waktu 2 bulan.
b. Infeksi cacing gelang diusus besar gejalanya tidak jelas. Pada infeksi masif dapat terjadi gangguan saluran cerna yang serius antara lain obstruksi total saluran cerna. Cacing gelang dapat bermigrasi keorgan tubuh lainnya misalnya saluran empedu dan menyumbat lumen sehingga berakibat fatal.
c. Cacing dewasa diusus akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, mual, muntah
d. Pada infeksi berat, terutama pada anak dapat terjadi mal absorbsi ( gangguan penyerapan sari makanan ) sehingga memperberat keadaan malnutrisi. Seringkali infeksi ini baru diketahui setelah cacing keluar spontan bersama tinja atau dimuntahkan.
e. Bila cacing dalam jumlah besar menggumpal dalam usus dapat terjadi obstruksi usus ( ileus ), yang merupakan keadaan darurat dan penderita harus dirujuk dirumah sakit.
Diagnosis
Diagnosis askariasis ditegakkan dengan menemukan Ascaris dewasa atau telur Ascaris pada pemeriksaan tinja.
Penatalaksanaan
a. Pirantel pamoat 10 mg/kg/BB dosis tunggal
b. Mebendazol 500 mg dosis tunggal sekali saja atau 100 mg 2 x sehari selama tiga hari berturut-turut
c. Albendazol 400 mg dosis tunggal sekali saja, tetapi tidak boleh selama kehamilan.
Pencegahan
a. Pengobatan masal 6 bulan sekali didaerah endemik atau didaerah yang rawan askariasis
b. Penyuluhan kesehatan tentang sanitasi yang baik, hygiene keluarga dan higiene pribadi seperti :
> Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman
> Mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukan aktifitas makan dan minum
> Sayuran mentah yang akan dimakan harus dicuci bersih dan siram dengan air hangat untuk menghilangkan cacing, perlu diingat bahwa telur dapat hidup bertahun tahun dalam ditanah.
> Buang air besar dijamban, bukan di sungai atau kebun.
Catatan : bila pasien menderita beberapa spesies cacing askariasis maka harus diterapi lebih dahulu dengan pirantel pamoat.
Baca Juga :
Kanker Serviks
0 Response to "Cacingan"
Post a Comment