INFO PRODUK HERBAL SEGALA PENYAKIT KLIK BANNER DIBAWAH INI :

Filariasis

Penyakit kaki gajah ( Filariasi ) adalah penyakit menular kronik yang disebabkan sumbatan cacing filaria dikelenjar/saluran getah bening, menimbulkan gejala klinis akut berupa demam berulang, radang kelenjar/saluran getah bening, edema dan gejala kronik berupa elefantiasis. Penyebabnya ditemukan 3 spesies cacing filaria, yaitu Wuchereria Bancrofti, Brugia malayi dan brugia timori yang masing-masing sebagai penyebab filariasis bancrofti, filariasi malayi, filariasis timori. Beragam spesies nyamuk bisa berperan sebagai penular/vektor penyakit ini.

Cara Penularan
Seseorang akan tertular filariasis bila digigit nyamuk yang mengandung larva infektif cacing filaria. Nyamuk tersebut adalah Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Nyamuk tersebut tersebar luas diseluruh wilayah Indonesia sesuai dengan keadaan lingkungan habitatnya : got, saluran air, sawah, rawa dan hutan.

Gambaran Klinis
a. Filariasis tanpa gejala :  Umumnya didaerah endemik, pada pemeriksaan fisik hanya ditemukan pembesaran kelenjar limfe terutama didaerah inguinal. Pada Pemriksaan darah ditemukan mikrofilaria dalam jumlah besar dan eosinofilia.
b. Filariasis dengan peradangan : Demam, menggigil, sakit kepala, muntah dan lemah yang  dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu .Organ yang terkena terutama saluran limfe , tungkai dan alat kelamin  . pada laki-laki umumnya terdapat funikulitis disertai penebalan dan rasa nyeri  , epididimitis , orkitis dan pembengkakan skrotum . Serangan akut dapat berlangsung satu bulan atau lebih . Bila keadaannya berat dapat menyebabkan abses ginjal, pembengkakkan epididimis, jaringan retroperitoneal, kelenjar inguinal dan otot ileopsoas.
c. Filariasis dengan Penyumbatan : Pada stadium menahun terjadi jaringan granulasi yang proliferatif serta pelebaran saluran limfe yang luas lalu timbul elefantiasis. Penyumbatan duktus torasikus atau saluran limfe perut bagian tengah mempengaruhi skrotum dan penis pada laki-laki dan bagian luar alat kelamin pada perempuan. Infeksi kelenjar inguinal dapat mempengaruhi tungkai serta alat kelamin dan menyebabkan perubahan yang luas. Bila saluran limfe kandung kencing dan ginjal pecah akan timbul kiluria / keluarnya ciran limfe dalam urin, sedangkan bila yang pecah tunika vaginalis akan terjadi hidrokel atau kilokel, dan bila yang pecah saluran limfe peritoneum maka akan terjadi asites yang mengandung kilus. Gambaran yang sering tampak ialah hidrokel dan limfangitis alat kelamin. Limfangitis dan elefantiasis dapat diperberat oleh infeksi sekunder Streptococcus.

Diagnosis
Dapat ditegakkan secara klinis. Diagnosis dipastikan dengan menemukan mikrofilaria dalam darah tepi yang diambil malam hari ( Pukul 22.00-02.00 dinihari ) dan dipulas dengan pewarnaan giemsa. Pada keadaan kronik pemeriksaan ini seringnya negatif.

Penatalaksaan
1. Perawatan Umum : Istirahat ditempat tidur, antibiotik untuk infeksi sekunder dan abses, Perawatan elefantiasis dengan mencuci kaki dan merawat luka.
2. Pengobatan Spesifik : Untuk pengobatan individual diberikan Diethyl carbamazine Citrate ( DEC ) 6 mg/kg/BB 3 x sehari selama 12 hari. Efek samping : pusing, mual dan demam. Pengobatan masal adalah DEC 6 mg/kg/BB dan albendazol 400 mg ( plus paracetamol) dosis tunggal sekali setahun selama lima tahun. Implementation unit ( IU ) adalah kecamatan / wilayah kerja puskesmas ( jumlah penduduk 8000-10.000).
Dosis DEC untuk filariasis berdasarkan umur :
- 2 s/d 6 tahun : 1 Tablet DEC ( 100 mg ) atau 1 Tabblet Albendazol ( 400 mg )
- 7 s/d 12 tahun : 2 Tablet DEC ( 100 mg ) atau 1 Tablet Albendazol ( 400 mg )
- > 13 Tahun : 3 Tablet DEC ( 100 mg ) atau 1 Tablet Albendazol ( 400 mg )

Semoga bisa menjadi acuan atau tambahan informasi kesehatan buat rekan netter dimanapun berada.


Baca Juga :

0 Response to "Filariasis"

Post a Comment

Pages